Shiny Flashy Green Matrix

Wednesday, September 18, 2013

Tugas Pkn



1.       
Nilai Dasar
Nilai Instrumental
Nilai Praktis
  • Ketuhanan Yang Maha Esa
Pasal 29 ayat 2
Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu

            Beribadah
            Taqwa
·         Beriman kepada            Tuhan
        Toleransi antar umat beragama
        Tidak berbuat Atheisme       Tidak mencela agama lain
  • Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab

Pasal 26 ayat 3
Hal-hal yang mengenai warga Negara dan penduduk diatur dengan undang-undang
Pasal 27 ayat 2
Tiap-tiap warga Negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.
Pasal 28
Kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan undang-undang
Pasal 30 ayat 1
Tiap-tiap warga Negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan Negara
Pasal 31 ayat 1
Setiap warga Negara berhak mendapat pendidikan

·         Mengakui persamaan derajad, persamaan hak, dan persamaan kewajiban antar sesame manusia
·         Saling mencintai sesama manusia
·         Mengembangkan sikap tenggang rasa
·         Tidak semena-mena terhadap orang lain.
·         Menjunjung tinggi nilai kemanusiaa
·          Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan
  • Persatuan Indonesia

Pasal 1 ayat 1
Negara Indonesia ialah Negara kesatuan, yang berbentuk republik
Pasal 32 ayat 2
Negara menghormati dan memelihara bahasa daerah sebagai kekayaan budaya nasional
Pasal 36
Bendera Negara Indonesia ialah Sang Merah Putih

·               Menjaga persatuan dan kesatuan Negara kesatuan Republik Indonesia
·               Rela berkorban demi bangsadan Negara
·               Cinta akan Tanah Air
·               Berbangga sebagai bagian dari Indonesia
·               Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa yang ber-Bhineka Tunggal Ika


  • Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan

Pasal 1 ayat 2
Kedaulatan berada ditangan rakyat dan dilaksanakan menurut undang-undang dasar

·      Mengutamakan kepentingan   Negara dan masyarakat
·      Tidak memaksakan kehendak orang lain
·      Mengutamakan budaya musyawarah dalam mengambil keputusan bersama


·      Keadilan Sosial  Bagi Seluruh Indonesia

Pasal 27 ayat 1
Segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya
Pasal 33 ayat 3
Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat
Pasal 34 ayat 3
Negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang layak.

·   Bersikap adil terhadap sesame
·   Menghormati hak-hak orang lain
·   Menolong sesame
·   Menghargai orang lain



2.      Pancasila Sebagai Dasar Negara 
Dasar negara merupakan alas atau fundamen yang menjadi pijakan dan mampu memberikan kekuatan kepada berdirinya sebuah negara. Negara Indonesia dibangun juga berdasarkan pada suatu landasan atau pijakan yaitu Pancasila. Pancasila, dalam fungsinya sebagai dasar negara, merupakan sumber kaidah hukum yang mengatur negara Republik Indonesia, termasuk di dalamnya seluruh unsur-unsurnya yakni pemerintah, wilayah dan rakyat. Pancasila dalam kedudukannya seperti inilah yang merupakan dasar pijakan penyelenggaraan negara dan seluruh kehidupan negara Republik Indonesia.
Pancasila sebagai dasar negara mempunyai arti menjadikan Pancasila sebagai dasar untuk mengatur penyelenggaraan pemerintahan. Konsekuensinya adalah Pancasila merupakan sumber dari segala sumber hukum. Hal ini menempatkan Pancasila sebagai dasar negara yang berarti melaksanakan nilai-nilai Pancasila dalam semua peraturan perundang-undangan yang berlaku. Oleh karena itu, sudah seharusnya semua peraturan perundang-undangan di negara Republik Indonesia bersumber pada Pancasila. Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia mempunyai implikasi bahwa Pancasila terikat oleh suatu kekuatan secara hukum, terikat oleh struktur kekuasaan secara formal, dan meliputi suasana kebatinan atau cita-cita hukum yang menguasai dasar negara (Suhadi, 1998). Cita-cita hukum atau suasana kebatinan tersebut terangkum di dalam empat pokok pikiran Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 di mana keempatnya sama hakikatnya dengan Pancasila. Empat pokok pikiran Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 tersebut lebih lanjut terjelma ke dalam pasal-pasal Undang-Undang Dasar 1945. Barulah dari pasal-pasal Undang-Undang Dasar 1945 itu diuraikan lagi ke dalam banyak peraturan perundang-undangan lainnya, seperti misalnya ketetapan MPR, undang-undang, peraturan pemerintah dan lain sebagainya.

 Pancasila Sebagai Pandangan Hidup 
Setiap manusia di dunia pasti mempunyai pandangan hidup. Pandangan hidup adalah suatu wawasan menyeluruh terhadap kehidupan yang terdiri dari kesatuan rangkaian nilai-nilai luhur. Pandangan hidup berfungsi sebagai pedoman untuk mengatur hubungan manusia dengan sesama, lingkungan dan mengatur hubungan manusia dengan Tuhannya.
Pandangan hidup yang diyakini suatu masyarakat maka akan berkembang secara dinamis dan menghasilkan sebuah pandangan hidup bangsa. Pandangan hidup bangsa adalah kristalisasi nilai-nilai yang diyakini kebenarannya maupun manfaatnya oleh suatu bangsa sehingga darinya mampu menumbuhkan tekad untuk mewujudkannya di dalam sikap hidup sehari-hari.
Setiap bangsa di mana pun pasti selalu mempunyai pedoman sikap hidup yang dijadikan acuan di dalam hidup bermasyarakat. Demikian juga dengan bangsa Indonesia. Bagi bangsa Indonesia, sikap hdup yang diyakini kebenarannya tersebut bernama Pancasila. Nilai-nilai yang terkandung di dalam sila-sila Pancasila tersebut berasal dari budaya masyarakat bangsa Indonesia sendiri. Oleh karena itu, Pancasila sebagai inti dari nilai-nilai budaya Indonesia maka Pancasila dapat disebut sebagai cita-cita moral bangsa Indonesia. Cita-cita moral inilah yang kemudian memberikan pedoman, pegangan atau kekuatan rohaniah kepada bangsa Indonesia di dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Pancasila di samping merupakan cita-cita moral bagi bangsa Indonesia, juga sebagai perjanjian luhur bangsa Indonesia. Pancasila sebagaimana termuat dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 adalah hasil kesepakatan bersama bangsa Indonesia yang pada waktu itu diwakili oleh PPKI. Oleh karena Pancasila merupakan kesepakatan bersama seluruh masyarakat Indonesia maka Pancasila sudah seharusnya dihormati dan dijunjung tinggi.

 Pancasila sebagai Ideologi Bangsa Indonesia
Ideologi berasal dari kata ‘idea’ = gagasan, konsep, pengertian dasar, cita-cita.
‘logos’= ilmu. Kata idea berasal dari kata bahasa Yunani ‘eidos’=bentuk. ‘Idein’=melihat.
Secara harfiah, Ideologi adalah ilmu pengetahuan tentang ide-ide (the science of ideas), atau ajaran tentang pengertian-pengertian dasar.
Ideologi menurut Kamus Umum Bhs Indonesia adalah keyakinan yang dicita-citakan sebagai dasar pemerintahan negara. Sedangkan pengertian ‘ideologi’ secara umum adalah kumpulan gagasan-gagasan, ide-ide, keyakinan-keyakinan, kepercayaan-kepercayaan yang menyeluruh dan sistematis, yang menyangkut dan mengatur tingkah laku sekelompok manusia tertentu dalam pelbagai bidang kehidupan yang menyangkut bidang politik (termasuk bidang pertahanan dan keamanan), bidang sosial, bidang kebudayaan, dan bidang keagamaan.
Di dalam Pancasila telah tertuang cita-cita, ide-ide, gagasan-gagasan yang ingin dicapai bangsa Indonesia. Oleh karena itu Pancasila dijadikan Ideologi Bangsa.

Ideologi Terbuka dan Ideologi Tertutup
Ideologi Terbuka merupakan suatu sistem pemikiran terbuka sedangkan ideologi tertutup  merupakan suatu sistem pemikiran tertutup. Ciri khas Ideologi tertutup :
1. Ideologi itu bukan cita-cita yang sudah hidup dalam masyarakat, melainkan cita-cita satu kelompok orang yang mendasari suatu program untuk mengubah dan membaharui masyarakat. Hal ini berarti demi ideologi masyarakat harus berkorban untuk menilai kepercayaan ideologi dan kesetiaannya sebagai warga masyarakat.
2. Isinya bukan hanya berupa nilai-nilai dan cita-cita tertentu melainkan terdiri dari tuntutan-tuntutan konkret dan operasional yang keras.

Jadi ideologi tertutup bersifat totaliter dan menyangkut segala segi kehidupan.
Ciri khas ideologi terbuka :
1. nilai-nilai dan cita-citanya tidak dipaksakan dari luar, melainkan digali dan diambil dari suatu kekayaan rohani, moral dan budaya masyarakat itu sendiri.
2. dasarnya bukan keyakinan ideologis sekelompok orang, melainkan hasil musyawarah.
3.  tidak diciptakan oleh negara melainkan digali dan ditemukan masyarakat itu sendiri.
4. Isinya tidak operasional. Menjadi operasional ketika sudah dijabarkan ke dalam perangkat peraturan perundangan.
Jadi ideologi terbuka adalah milik seluruh rakyat dan masyarakat dalam menemukan dirinya, kepribadiannya di dalam ideologi tersebut.

Pancasila sebagai Sumbet Segala Sumber Hukum
Sebagai sumber dari segala hukum atau sebagai sumber tertib hukum Indonesia maka  Setiap produk hukum harus bersumber dan tidak boleh bertentangan dengan Pancasila. Pancasila tercantum dalam ketentuan tertinggi yaitu Pembukaan UUD 1945, kemudian dijelmakan atau dijabarkan lebih lanjut dalam pokok-pokok pikiran, yang meliputi suasana kebatinan dari UUD 1945, yang pada akhirnya dikongkritisasikan atau dijabarkan dari UUD1945, serta hukum positif lainnya.
Pancasila sebagai dasar filsafat negara, pandangan hidup bangsa serta idiologi bangsa dan negara, bukanlah hanya untuk sebuah rangkaian kata- kata yang indah namun semua itu harus kita wujudkan dan di aktualisasikan di dalam berbagai bidang dalam kehidupan bermasarakat, berbangsa dan bernegara.

Pancasila Sebagai Jiwa Bangsa Indonesia
Pancasila dalam pengertian ini adalah seperti yang dijelaskan dalam teori "Von Savigny" bahwa setiap Volksgeist (jiwa rakyat/jiwa bangsa) Indonesia telah melaksanakan Pancasila. Dengan kata lain, lahirnya Pancasila bersamaan dengan adanya bangsa Indonesia.

Pancasila Sebagai Kepribadian Bangsa Indonesia
Pancasila dalam pengertian ini adalah bahwa sikap, tingkah laku, dan perbuatan Bangsa Indonesia mempunyai ciri khas. Artinya, dapat dibedakan dengan bangsa lain, dan kepribadian bangsa Indonesia adalah Pancasila. Oleh karena itu, Pancasila disebut juga sebagai kepribadian bansa Indonesia.

Pancasila Sebagai Cita-Cita dan Tujuan Nasional
Artinya cita-cita luhur Bangsa Indonesia tegas termuat dalam Pembukaan UUD 1945 karena Pembukaan UUD 1945 merupakan perjuangan jiwa proklamasi, yaitu Jiwa Pancasila. Dengan demikian, Pancasila merupakan Cita-Cita dan Tujuan Nasional Bangsa Indonesia (Alinea II dan IV Pembukaan UUD 1945).

 Pancasila Sebagai Perjanjian Luhur Bangsa Indonesia
Pancasila disahkan bersama-sama dengan disahkannya UUD 1945 oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada tanggal 18 Agustus 1945. PPKI ini merupakan wakil-wakil dari seluruh rakyat Indonesia yang mengesahkan perjanjian luhur tersebut.

3.      Ideologi terbuka bersifat inklusif, tidak totaliter dan tidak dapat dipakai melegitimasi kekuasaan sekelompok orang. Ideologi terbuka hanya berada dalam sistem pemerintahan yang demokratis. Ideologi terbuka merupakan ideologi yang hanya berisi suatu orientasi dasar, sedangkan penerjemahannya ke dalam tujuan-tujuan dan norma-norma sosial-politik selalu dapat dipertanyakan dan disesuaikan dengan nilai dan prinsip moral yang berkembang di masyarakat. Operasional cita-cita yang akan dicapai tidak dapat ditentukan secara apriori, melainkan harus disepakati secara demokratis.

Ideologi tertutup adalah ajaran atau pandangan dunia atau filsafat yang menentukan tujuan-tujuan dan norma-norma politik dan sosial, yang dinyatakan sebagai kebenaran yang tidak boleh dipersoalkan lagi, melainkan harus dipatuhi. Kebenaran suatu ideologi tertutup tidak boleh dipermasalahkan berdasarkan nilai-nilai atau prinsip-prinsip moral yang lain.

Ideologi tertutup bersifat Dogmatis dan Apriori, dogmatis berarti mempercayai suatu keadaan tanpa data yang valid, sedangkan apriori , yaitu berprasangka terlebih dahulu akan suatu keadaan. ideologi tertutup tersebut dipaksakan berlaku dan dipatuhi oleh masyarakat yang di atur oleh masyarakat elit tertentu atau kelompok masyarakat , yang berarti bersifat otoriter dan dijalankan dengan cara yang totaliter. bersifat totaliter berarti menyangkut seluruh aspek kehidupan.

Dari arti kedua Ideologi ini, perbedaannya adalah Ideologi terbuka bersifat inklusif, tidak totaliter dan tidak dapat dipakai melegitimasi kekuasaan sekelompok orang, artnya bahwa sistem ini bersifat demokratis dan terbuka, sedangkan Ideologi tertutup bersifat otoriter (negara berlaku sebagai penguasa) dan totaliter, arti dari totaliter itu sendiri adalah bahwa pemerintahan dengan kekuasaannya mempunyai hak mutlak untuk mengatur di segala bidang aspek yang ada.

Tuesday, September 10, 2013

Buah Pome

Buah Pome Dapat Menurunkan Berat Badan



Pome atau Delima,buah yang satu ini makin terkenal dan disukai banyak orang, mulai anak-anak hingga dewasa. Jus buah pome atau buah delima tidak hanya segar, Anda bisa menjaga berat badan atau menurunkan berat badan berkat si merah yang enak ini. Terlebih lagi jika Anda suka makanan manis, biji buah pome bisa jadi pilihan camilan yang lebih sehat.
Camilan manis memang enak dan bikin ketagihan, misalnya saja cupcakes, cokelat, dan jajanan dengan rasa manis menggoda. Sayangnya, manis yang berasal dari gula tebu mengandung banyak kalori, sehingga tidak heran jika berat badan seseorang cepat naik akibat makanan manis. Karena itu, pilih makanan manis yang tidak menggemukkan, misalnya saja si merah delima atau sekarang lebih dikenal sebagai buah pome.
Buah warna merah dengan biji berbentuk bulatan-bulatan di bagian dalam buah sangat baik untuk kesehatan. Buah pome mengandung antioksidan yang tinggi, kaya serat dan rendah kalori. Sehingga.. biji buah pome bisa menjadi alternatif yang enak dan sehat sebagai camilan manis, seperti dilansir oleh Self.
Anda bisa membeli buah pome segar dan mengeluarkan bijinya, atau membeli biji yang sudah dikeluarkan dari buahnya. Biji tersebut enak dijadikan camilan pengganti makanan manis atau kacang. Bisa menjadi taburan lezat pada yogurt, campuran puding dan sebagainya. Diet tidak harus menyiksa bukan? Selain baik untuk menjaga berat badan, antioksidan dalam pome baik untuk menjaga kesehatan kulit dan mencegah bahaya radikal bebas.
Manfaat buah delima jika dikonsumsi secara rutin
  • ·       Bagi penderita anemia karena pome mengandung zat besi yang berguna dalam memnantu tubuh membantu proses produksi hemoglobin sel darah merah.
  • ·         Kandungan antioksidan alami yang terdapat pada buah ini dapat membantu antybody dalam menghalau segala macam jenis penyakit yang hendak menyerang tubuh kita/
  • ·         Sangat cocok dikonsumsi anak anak karena buah ini mengandung kalsium yang baik bagi pertumbuhan dan pembentukan tulang.
  • ·         Kandungan vitamin A (baik untuk kesehatan mata) vitamin C (meningkatkan daya tahan tubuh) vitamin E (kesehatan kulit).


Perempuan Mahal Vs Perempuan Murah

Bingung nih sama manusia yg hidup di dunia,semakin ancur aja
semoga aja yg baca ini dapat membaca(paham maksudnya gt) dan jg bs di buat peringatan
mari yuk baca ... yuk yaaa yuukkkk....
Mengapa perempuan Muslim harus menutup auratnya?
Wajib sebagaimana diperintahkan ALLAH dalam Al-Qur’an dan hadits Nabi?
Kalau tidak melaksanakan berdosa?
Benar..

Tapi mari kita kesampingkanlah dululah alasan perintah ini.
Kita mafhum, melaksanakan sesuatu krn dasarnya perintah menunjukkan kesadaran diri yang rendah.
Mari kita mendasarkan pd kesadaran diri saja mari memahami ini dngn akal sehat saja.
Bila nanti kata akal sehat saja harus, maka benarlah perintah agama.
Pantas ALLAH & Rasul-Nya memerintahkannya.
Ini akan lebih kuat menancap dalam hati dibandingkan yang dasarnya karena perintah.
Kita akan lebih kuat melaksanakan sesuatu bila sudah sadar bahwa itu memang keharusan
Seorang anak akan rajin belajar dengan sendirinya bila menyadari bahwa belajar itu penting krn akan menentukan masa depannya sendiri tanpa harus disuruh-suruh.

Perempun Muslim yang sudah menutup aurat dengan benar & konsisten itu karena ada kesadaran dalam dirinya….
Sementara yang belum juga krn belum adanya kesadaran dalam dirinya Bila diri belum sadar..
Walaupun ceramah didengarkan setiap hari, walaupun ayat Al-Qur’an dibacakan ratusan kali tetap saja seseorang tidak akan tergerak melaksanakan sebuah keharusan
Mungkin sebenarnya semua perempuan Muslim sudah tahu bahwa menutup aurat sesungguhnya adalah persoalan memuliakan harga diri perempuan.
Dalam Islam perempuan itu makhluk yg mulia dan dimuliakan
Dengan menutup aurat agama bermaksud menjaga harga diri & kehormatannya.
Ilustrasi yang paling tepat mengibaratkan perempuan Muslim adalah perhiasan atau barang mahal.

Barang Mahal memiliki ciri-ciri :
1. Dijual di toko berkelas
2. Disimpan di etalase yang hanya bisa dipandang dibalik kaca
3. Disegel, tidak bisa dibuka dan disentuh isinya
4. Tidak bisa dicoba dulu
5. Harganya mahal dengan jaminan memuaskan
6. Bergaransi.

Kebalikan dari barang Mahal adalah barang Murah.
Ciri-cirinya:
1. Adanya di toko murah, di emperan atau di pasar
2. Tidak disegel
3. Diobral
4. Boleh dicoba, bebas disentuh-sentuh,
5. Dipegang-pegang, dicoba berulang kali oleh banyak orang
6. Setelah dicoba boleh tidak jadi dibeli
7. Tidak ada garansi.

Nah..,Islam memperlakukan perempuan persis seperti barang mahal tersebut…
Diibaratkan dua jenis tadi: “Toko berkelas” adalah keluarganya yang bermartabat yang taat pada agama;
“Disegel, tidak bisa dibuka dan disentuh” adalah prinsip dibalik busana Muslimahnya “Tidak bisa dicoba dulu” adalah menjaga kehormatan.
Tidak bisa memesrai dan menggaulinya tanpa menikahinya dulu; “Harganya mahal” adalah pembelinya harus laki” yang juga mahal (terjaga akhlak dan kepribadiannya).
Laki-laki murahan tidak akan sanggup karna tidak akan berani.

Malu mendapatkannya & merasa dirinya tidak seimbang.. “Bergaransi” adalah orisinial, dijamin masih gadis & belum disentuh laki” lain. Adalah jelas, menutup aurat adalah menjaga diri, mensegel diri, menghormati diri, memuliakan diri.
Perempuan yang menutup auratnya (dengan benar dan akhlaknya terjaga)Adalah barang mahal yg tersimpan dalam etalase terjaga dalam sebuah kotak yg tidak bisa dibuka, tersegel, tidak bisa disentuh dan harganya mahal.

Sebaliknya, perempuan yg membuka auratnya (betis, paha, lengan, rambut, leher dan dada, apalagi lebih dari itu) adalah “barang obralan” yg murah tidak perlu repot-repot, ingin membukanya karena ia sudah terbuka (tidak ditutup) silahkan bebas menatap & menyentuh 2 (dalam kebebasan pergaulan dan persahabatan) dan “merasakannya” (dalam pacaran). Kalau sudah tidak suka lagi atau tidak cocok, boleh tidak jadi memilikinya. Jadilah, ia barang bekas. Barang bekas tentu tidak berkualitas, murah, karena sudah dipakai orang.
Mengapa perempuan yang seharusnya mahal menjadi murah?

Sabda Nabi, karena hilangnya rasa malu: “Al-hayu-u minal iman” (malu itu sebagian dari iman). “Iman itu ada tujuh puluh cabang dan malu adalah salah satunya” (HR. Muslim).
“Segala sesuatu ada penegurnya (penjaganya), dan penegur hati adalah rasa malu!” . Sangat menyedihkan, bila dulu perempuan malu kelihatan auratnya
Sekarang malah bangga mempertontonkannya.Maka berbaju ketat menjadi mode, bercelana pendek berarti gaul dan menonjolkan payudara adalah kebanggaan. Rasa malu hilang dari perasaan perempuan.
Bila perempuan sudah kehilangan rasa malu itu berati kehancuran negara, masyarakat dan keluarga.

Maka benarlah, “perempuan membuka auratnya dlm kehidupan sosial adalah salah satu sumber kerusakan moral seksual masyarakat termasuk dalam masyarakat Muslim.”
Dan iblis pun pernah berkata:
“Perempuan adalah alat senjataku yg paling ampuh untuk menyesatkan anak adam.
Ia seperti anak panah. Sekali kulepaskan dari busurnya, jarang meleset!”Sehubungan dngn ilustrasi barang mahal tadi, ada beberapa pertanyaan:

(1) Bagaimana dengan perempuan yang berkerudung menutup auratnya tapi tidak menjaga akhlaknya, bebas pacaran, bermesraan dan banyak disentuh” apalagi sudah tidak perawan Maka jawabannya adalah: ia adalah “barang mahal” yang palsu aslinya murah bungkusnya pun murah (hanya simbol) sehingga gampang dibuka dan dicoba. Ia barang tipuan yg tanpa sadar sedang menipu dirinya sendiri.

(2) Bagaimana dengan perempuan yang merasa tidak perlu menutup aurat yang penting bisa menjaga diri sehingga ttp menganggap dirinya perempuan terhormat? Jawabannya adalah: Kalau benar” bisa menjaga diri, ia adalah barang mahal yang diobral. Barang bagus yg diobral tetap saja lebih murah dan lebih rendah nilainya dari barang mahal yang tidak diobral.

(3) Bagaimana dengan perempuan yang mengatakan:“Ah, yang berkerudung juga banyak yang kelakuannya parah, mendingan begini, gak berkudung tapi punya prinsip”? Itu artinya menutupi keengganannya dgnn kesalahan.
Lain kata, lari dari satu kesalahan & bersembunyi dalam kesalahan yang lain.

(4) Bagaimana dengan perempuan yang berusaha mengutak-ngatik pengertian
“aurat” dengan logikanya kemudian berkesimpulan menutup aurat itu tidak perlu? Maka ia adalah orang yang memaksan dan ‘memperkosa’ dirinya sendiri agar harganya murah.

(5) Bagaimana dengan perempuan dan laki” termasuk ulama yg ahli agama, ahli tafsir dan mengatakan menurup aurat itu tidak perlu (karena pengertian sebenarnya tentang aurat bukan yang secara konvensional difahami)? Maka sesungguhnya ia sedang melegitimasi penolakannya pada perintah ALLAH & tuntunan Nabi atau melegitimasi penolakannya dengan ilmu agamanya sendiri (ini paling ironis dan paling berat pertanggungjawabannya kelak).

Ingat, ilmu yang tidak bermanfaat adalah ilmu yang tidak menumbuhkan kesadaran malah menjadi penolakan pada kebenaran dan perintah ALLAH sendiri.
Perintah agama begitu masuk akal, rasional dan sangat jelas untuk memuliakan kaum perempuan.

Menghadapi perintah Allah hanya satu jawabannya: “Sami’na wa atha’na” (Kami dengar dan kami taat).Ilustrasi-ilustrasi. di atas hanya untuk menguatkan bahwa perintah agama sebenarnya berlandaskan akal sehat Tapi, tentu saja, apakah ingin menjadi barang mahal atau barang murah jelas sebuah kebebasan.